Aplikasi Kasir untuk UMKM: 9 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memilih — Blog Taraf
Coba Taraf

Operasional Toko

Aplikasi Kasir untuk UMKM: 9 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memilih

Tim Redaksi Taraf · · 4 menit baca · 3 sumber

Jawaban singkat

Pilih aplikasi kasir yang jalan di HP yang sudah kamu punya, tetap bisa jualan saat internet putus, menghitung laba bersih (bukan cuma omzet), membatasi apa yang bisa dilihat karyawan, dan membiarkan datamu diunduh kapan saja. Lalu bandingkan total biaya per tahun, termasuk biaya per perangkat, per outlet, dan komisi per pesanan.

Aplikasi kasir (POS, point of sale) sekarang tersedia dari yang gratis sampai ratusan ribu rupiah per bulan. Fitur yang ditawarkan kelihatannya mirip semua, jadi pemilik usaha sering memilih berdasarkan iklan atau rekomendasi teman — lalu baru sadar ada fitur penting yang tidak ada setelah datanya terlanjur banyak. Pakai daftar ini sebelum memutuskan.

1. Bisa dipakai di perangkat yang sudah ada?

Untuk usaha kecil, HP Android atau laptop yang sudah ada biasanya cukup. Cek apakah aplikasi mewajibkan tablet atau mesin kasir khusus, dan apakah satu akun bisa dipakai di beberapa HP sekaligus (misalnya HP pemilik dan HP kasir).

2. Tetap jalan saat internet putus?

Sinyal hilang di jam ramai adalah hal biasa. Aplikasi yang baik menyimpan penjualan di HP dan mengirimnya otomatis begitu online kembali — tanpa tercatat dua kali. Uji sendiri: matikan data seluler, lakukan satu penjualan, lalu nyalakan lagi.

3. Pilihan struk: kertas dan digital

Cek apakah struk bisa dikirim lewat WhatsApp (tanpa printer) dan apakah aplikasi mendukung printer thermal Bluetooth 58 mm yang umum dijual. Struk digital menghemat kertas dan sekaligus menyimpan nomor pembeli untuk pesanan berikutnya.

4. Stok, varian, dan resep

Untuk toko: stok per barang, batas minimum, dan peringatan saat menipis. Untuk usaha makanan dan minuman: varian (ukuran, topping), serta resep yang mengurangi stok bahan baku setiap kali menu terjual. Tanpa ini, HPP per porsi dan stok opname harus dihitung manual.

5. Akses karyawan yang terbatas

Karyawan cukup bisa berjualan. Mereka tidak perlu melihat harga modal, laba, atau saldo rekening usaha. Pastikan pembatasan ini dijaga di sistem, bukan hanya disembunyikan di tampilan. Fitur buka-tutup shift juga penting untuk mengecek selisih uang laci per kasir.

6. Laporan laba bersih, bukan hanya omzet

Banyak aplikasi menampilkan grafik penjualan yang menarik, tapi yang kamu butuhkan adalah laba bersih: penjualan dikurangi modal barang dan biaya. Cek juga apakah pengeluaran seperti sewa dan listrik bisa dicatat di aplikasi yang sama.

7. Datamu bisa diunduh

Data penjualan adalah milikmu. Pastikan laporan dan transaksi bisa diunduh (misalnya ke Excel) dan data lama bisa diimpor saat pindah dari catatan manual atau aplikasi lain. Ini juga penting untuk rekap pajak UMKM.

8. Hitung total biaya per tahun

Harga langganan per bulan mudah terlihat kecil. Kalikan 12, lalu tambahkan biaya yang sering tersembunyi:

Komponen biayaYang perlu ditanyakan
LanggananBerapa per bulan dan per tahun? Ada potongan untuk bayar tahunan?
Per perangkat / per kasirApakah HP kedua dikenai biaya tambahan?
Per outletKalau buka cabang, berapa tambahannya?
Fitur tambahanApakah stok, resep, atau laporan termasuk paket dasar?
Perangkat kerasWajib beli mesin atau tablet dari penyedia?
KomisiAda potongan per transaksi atau per pesanan online?

Sebagai gambaran, per September 2026 paket berbayar aplikasi kasir yang populer di Indonesia berkisar dari sekitar Rp60 ribu sampai Rp300 ribu per bulan (belum termasuk PPN), dan ada juga yang menyediakan versi gratis dengan fitur terbatas. Selalu cek halaman harga resmi masing-masing karena harga bisa berubah. Selalu cek harga terbaru di situs resmi masing-masing.

9. Pesanan online tanpa komisi

Kalau kamu menerima pesanan lewat WhatsApp, cek apakah aplikasi punya katalog atau link menu sendiri, dan apakah pesanan itu dikenai komisi. Selengkapnya di cara membuat katalog online untuk pesanan WhatsApp.

Cara menguji sebelum berlangganan

  1. Masukkan 10–20 produk terlarismu, lengkap dengan harga modal.
  2. Lakukan penjualan seperti hari biasa selama beberapa hari, termasuk saat ramai.
  3. Coba satu penjualan saat internet mati, satu pembatalan, dan satu kasbon.
  4. Minta karyawan mencoba dan tanyakan apa yang membingungkan.
  5. Di akhir masa coba, cek apakah laporan laba dan stoknya cocok dengan kenyataan.

Taraf Usaha dirancang dengan daftar di atas: jalan di browser HP Android dan laptop, tetap bisa berjualan saat offline, struk via WhatsApp atau printer thermal, stok dan resep, karyawan dengan akses terbatas dan shift, laba bersih harian, ekspor Excel, serta katalog online tanpa komisi. Harganya Rp399 ribu per tahun setelah coba gratis 14 hari tanpa kartu kredit — atau tetap gratis dengan batas 20 penjualan per hari.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah aplikasi kasir bisa dipakai di HP biasa?

Banyak aplikasi kasir modern bisa dipakai di HP Android atau laptop tanpa mesin kasir khusus. Printer thermal Bluetooth hanya dibutuhkan kalau ingin struk kertas.

Berapa biaya aplikasi kasir untuk UMKM?

Per September 2026, paket berbayar aplikasi kasir populer berkisar dari sekitar Rp60 ribu sampai Rp300 ribu per bulan (belum termasuk PPN); beberapa juga punya versi gratis dengan fitur terbatas. Hitung total per tahun termasuk biaya per perangkat, per outlet, dan komisi, lalu cek harga terbaru di situs resminya.

Fitur apa yang paling penting di aplikasi kasir?

Untuk usaha kecil: bisa offline, struk digital atau kertas, stok, akses karyawan yang dibatasi, laporan laba bersih (bukan hanya omzet), dan data yang bisa diunduh.

Sumber

  1. Paket langganan aplikasi kasir dan point of sale majoo — majoo
  2. 8 Aplikasi Kasir (POS) Terbaik untuk UKM 2026: Harga & Fitur — Founderplus
  3. Harga Aplikasi Kasir: Gratis sampai Rp149.000/bulan — Kasirnesia

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Cara Membuat Program Member dan Poin untuk UMKM: Pilih Stamp atau Poin?Barcode untuk Toko Kecil: Perlu Daftar atau Tidak, dan Cara Mulai MemakainyaPelanggan Booking tapi Tidak Datang? Cara Mengurangi No-Show untuk Salon, Barbershop, dan Usaha Jasa