Pembukuan Usaha
Cara Menentukan Gaji Sendiri sebagai Pemilik Usaha Kecil
Tentukan gaji tetap per bulan untuk dirimu sendiri, ambil sekali atau dua kali sebulan dari rekening usaha ke rekening pribadi, dan jangan mengambil dari laci kasir setiap butuh. Besarnya ditentukan dari dua sisi: kebutuhan hidup bulananmu dan laba bersih rata-rata usaha (setelah semua biaya, termasuk bahan dan sewa). Kalau laba belum cukup, gajinya kecil dulu dan naik pelan-pelan.
Banyak pemilik usaha kecil mengambil uang dari kas sesuka hati: hari ini untuk jajan, besok untuk bayar listrik rumah, lusa untuk cicilan motor. Akibatnya tidak ada yang tahu usahanya sebenarnya untung atau rugi, karena uang pribadi dan uang usaha bercampur. Artikel ini untuk pemilik warung, kedai, toko, atau usaha jasa yang ingin tahu berapa yang pantas diambil tanpa mengganggu modal usaha.
Kenapa pemilik perlu menggaji diri sendiri
- Untung-rugi jadi kelihatan jelas. Kalau uang pribadi tercampur, kamu tidak tahu apakah usaha benar-benar menghasilkan atau hanya berputar.
- Harga jual dihitung lebih benar. Waktu dan tenagamu punya nilai. Kalau kerjamu tidak dihitung sama sekali, harga jual cenderung terlalu murah. Cara menghitungnya ada di cara menghitung HPP dan harga jual.
- Modal usaha terlindungi. Uang yang seharusnya dipakai belanja bahan atau bayar supplier tidak ikut terpakai untuk keperluan rumah tangga.
- Keuanganmu lebih tenang. Pemasukan pribadi yang tetap setiap bulan memudahkan merencanakan tabungan dan cicilan.
Dua batas yang menentukan besar gaji
Gaji pemilik punya batas bawah dan batas atas:
| Batas | Artinya | Cara menghitung |
|---|---|---|
| Batas bawah | Kebutuhan hidup minimal per bulan | Jumlahkan biaya rumah tangga: makan, tempat tinggal, transportasi, tagihan, cicilan, sekolah, tabungan dasar. |
| Batas atas | Yang sanggup dibayar usaha tanpa mengganggu modal | Laba bersih rata-rata 3–6 bulan terakhir, dikurangi dana yang disisihkan untuk perkembangan usaha dan cadangan. |
Kalau batas atas lebih tinggi dari batas bawah, kamu punya ruang. Kalau lebih rendah, usahamu belum cukup menghidupi kebutuhanmu. Itu informasi penting: bukan alasan mengambil lebih banyak dari kas, tapi tanda untuk menaikkan laba atau menurunkan biaya hidup.
Contoh hitungan: kedai kopi kecil
Contoh (angka ilustrasi): sebuah kedai punya penjualan rata-rata Rp30.000.000 per bulan. Biaya bahan Rp11.000.000, sewa Rp4.000.000, gaji satu karyawan Rp3.000.000, listrik dan lain-lain Rp2.000.000. Kebutuhan hidup pemiliknya Rp5.500.000 per bulan.
- Total biaya: Rp11.000.000 + Rp4.000.000 + Rp3.000.000 + Rp2.000.000 = Rp20.000.000.
- Laba bersih sebelum gaji pemilik: Rp30.000.000 − Rp20.000.000 = Rp10.000.000.
- Sisihkan 30% untuk perkembangan usaha dan cadangan: 30% × Rp10.000.000 = Rp3.000.000.
- Batas atas gaji: Rp10.000.000 − Rp3.000.000 = Rp7.000.000.
- Batas bawah (kebutuhan hidup): Rp5.500.000.
Gaji yang aman ada di antara Rp5.500.000 dan Rp7.000.000. Pemilik memilih Rp6.000.000 per bulan, dan sisanya Rp4.000.000 (Rp3.000.000 cadangan + Rp1.000.000 selisih) tetap di usaha. Kalau bulan tertentu penjualan turun dan laba hanya Rp7.000.000, gajinya tetap Rp6.000.000 karena cadangan dari bulan-bulan ramai menutupinya.
Perhatikan satu hal: laba Rp10.000.000 di contoh ini belum dikurangi gaji pemilik. Kalau gaji pemilik Rp6.000.000 dihitung sebagai biaya, laba "sesungguhnya" usaha tinggal Rp4.000.000. Angka inilah yang menunjukkan usaha sehat atau tidak, apakah masih untung setelah pemiliknya dibayar.
Cara menjalankannya
- Pisahkan rekening. Usaha punya rekening atau dompet digital sendiri, terpisah dari rekening pribadi.
- Tentukan tanggal gajian. Misalnya tiap tanggal 25, transfer gaji dari rekening usaha ke rekening pribadi.
- Tulis gaji sebagai pengambilan pemilik, bukan biaya belanja, supaya tidak bercampur dengan biaya operasional di laporan. Cara membaca laporannya ada di laporan keuangan UMKM sederhana.
- Evaluasi tiap 3 bulan. Naikkan gaji kalau laba rata-rata naik, turunkan sementara kalau usaha sedang berat.
- Jangan ambil di luar gajian kecuali benar-benar darurat, dan catat sebagai pengambilan tambahan.
Kalau laba belum cukup untuk gaji
Pada tahun-tahun awal, banyak usaha belum cukup untung untuk membayar pemilik secara layak. Dalam kondisi ini:
- Ambil gaji kecil tapi tetap, misalnya setengah dari kebutuhan, dan tutup sisanya dari penghasilan lain atau tabungan. Lebih baik kecil dan teratur daripada acak.
- Cek harga jual dan biaya. Mungkin harga terlalu rendah atau ada biaya yang bocor, misalnya bahan yang terbuang.
- Pisahkan dulu keuangan pribadi dan usaha walaupun gajinya belum penuh. Pisahnya yang terpenting, besarnya bisa menyusul.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengambil dari laci kasir setiap butuh. Selisih kas jadi sulit dilacak, dan kamu tidak tahu berapa yang sudah terambil.
- Menganggap omzet sebagai penghasilan. Omzet belum dikurangi bahan, sewa, dan gaji karyawan. Baca juga cara menghitung modal awal usaha untuk membedakan modal dan laba.
- Gaji lebih besar dari laba. Dalam jangka panjang ini menghabiskan modal usaha.
- Tidak menyisihkan cadangan. Satu bulan sepi bisa membuat usaha kehabisan uang untuk belanja bahan.
- Membayar pengeluaran rumah tangga dari uang usaha tanpa mencatat sebagai pengambilan pemilik.
Soal pajak, perlakuan gaji pemilik berbeda menurut bentuk usahanya (usaha perseorangan atau badan usaha), jadi tanyakan ke kantor pajak atau konsultan pajak sebelum memutuskan cara pencatatannya.
Kalau kamu memakai Ruang Usaha Taraf, pengambilan uang oleh pemilik bisa dicatat terpisah dari biaya usaha, sehingga laporan untung bersihnya tidak tercampur. Laporan per periode juga membantu melihat laba rata-rata beberapa bulan untuk menentukan gaji yang aman.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah pemilik usaha kecil perlu menggaji diri sendiri?
Sebaiknya ya, walaupun kecil. Gaji tetap memisahkan uang pribadi dari uang usaha, membuat untung-rugi terlihat jelas, dan melindungi modal usaha dari pengambilan yang tidak teratur.
Berapa gaji yang pantas untuk pemilik usaha?
Di antara kebutuhan hidup bulananmu (batas bawah) dan laba bersih rata-rata dikurangi cadangan untuk usaha (batas atas). Contoh: kebutuhan Rp5.500.000 dan batas atas Rp7.000.000, gaji Rp6.000.000 masih aman.
Bolehkah mengambil uang dari kas harian untuk keperluan pribadi?
Sebaiknya tidak. Pengambilan acak membuat selisih kas dan laba sulit dilacak. Ambil sesuai tanggal gajian, dan kalau terpaksa mengambil di luar jadwal, catat sebagai pengambilan pemilik.
Bagaimana kalau usaha belum untung?
Ambil gaji kecil tapi teratur, tutup sisa kebutuhan dari sumber lain, dan periksa harga jual serta biaya yang bocor. Yang paling penting tetap memisahkan keuangan pribadi dan usaha.
Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.