Cara Menentukan Ongkir untuk Usaha PO Makanan: Per Daerah, Tetap, atau Gratis Ongkir? — Blog Taraf
Coba Taraf

Jualan Online

Cara Menentukan Ongkir untuk Usaha PO Makanan: Per Daerah, Tetap, atau Gratis Ongkir?

Tim Redaksi Taraf · · 4 menit baca

Jawaban singkat

Ada empat cara umum mengatur ongkir: dicek dulu per pesanan, ongkir tetap satu tarif, gratis ongkir mulai belanja tertentu, dan ongkir per daerah. Untuk usaha PO yang mengantar ke banyak tempat, ongkir per daerah biasanya paling adil dan paling sedikit tanya-jawab: kelompokkan area pengantaran, cek tarif kurir ke titik terjauh tiap area, lalu bulatkan ke atas.

Pertanyaan "ongkir ke daerahku berapa, kak?" adalah salah satu chat yang paling sering masuk ke penjual PO. Kalau jawabannya selalu harus dicek dulu, pembeli menunggu, kamu bolak-balik membuka aplikasi kurir, dan sebagian pembeli batal sebelum sempat memesan. Ongkir yang jelas sejak awal mempercepat keputusan pembeli.

Empat cara mengatur ongkir

CaraCocok untukKelemahan
Dicek dulu per pesananBaru mulai, pesanan antar masih jarangPembeli harus menunggu jawaban sebelum bayar
Ongkir tetap (satu tarif)Area antar sempit, misalnya satu kecamatanTidak adil untuk alamat yang jauh atau terlalu dekat
Gratis ongkir mulai belanja XIngin mendorong pesanan lebih besarBisa menggerus untung kalau batasnya terlalu rendah
Ongkir per daerahAntar ke banyak area dengan jarak berbedaPerlu menyusun tabel sekali di awal

Langkah membuat tabel ongkir per daerah

  1. Daftar area yang sering memesan dari riwayat pesananmu, misalnya per kecamatan atau nama kawasan yang dikenal pembeli.
  2. Cek tarif kurir instan dari tempatmu ke titik terjauh di tiap area, sebaiknya di jam kamu biasanya mengirim (tarif bisa berbeda di jam sibuk).
  3. Tambahkan biaya kemasan antar kalau ada, misalnya kantong kertas tebal, kotak tambahan, atau tas pendingin untuk produk beku.
  4. Bulatkan ke atas ke kelipatan Rp1.000 atau Rp5.000 supaya mudah dibaca dan ada sedikit ruang kalau tarif naik.
  5. Sediakan pilihan "daerahku tidak ada" untuk alamat di luar tabel, dan ongkirnya dikabari dulu.
  6. Tinjau ulang tiap beberapa bulan atau saat tarif kurir berubah.

Contoh tabel (angka ilustrasi)

DaerahPerkiraan tarif kurir+ kemasanOngkir di toko
Kecamatan sendiriRp9.000–12.000Rp2.000Rp15.000
Kecamatan tetanggaRp16.000–20.000Rp2.000Rp25.000
Lintas kota (masih satu wilayah)Rp28.000–35.000Rp2.000Rp40.000
Di luar daftar——Dikabari dulu

Angka di atas hanya contoh cara menyusun. Tarif tiap kurir dan kota berbeda, jadi isi tabelmu dengan hasil cek sendiri.

Kapan gratis ongkir masuk akal

Gratis ongkir berarti ongkir dibayar dari untung pesanan. Karena itu, batas minimal belanjanya sebaiknya dihitung dari margin, bukan dikira-kira. Rumus sederhananya: batas gratis ongkir ≥ ongkir terjauh ÷ persentase untung kotor. Kalau untung kotormu sekitar 40% dan ongkir terjauh yang kamu tanggung Rp25.000, maka batas yang aman sekitar Rp25.000 ÷ 40% = Rp62.500, dibulatkan menjadi belanja minimal Rp75.000 atau Rp100.000. Untuk menghitung untung per produk, lihat cara menghitung HPP dan harga jual.

Ambil sendiri saja, antar saja, atau dua-duanya?

  • Ambil sendiri saja cocok kalau produkmu rapuh (kue tart bertingkat), kamu belum siap mengatur kurir, atau sebagian besar pembeli tinggal dekat.
  • Antar saja cocok kalau kamu berjualan dari rumah yang tidak bisa didatangi pembeli, atau produkmu memang dikirim (frozen food, hampers).
  • Dua-duanya memberi pilihan paling luas, asalkan jam ambil dan jam antar diatur terpisah supaya jadwal produksi tidak bentrok.

Catatan khusus untuk makanan

  • Perhatikan waktu tempuh, bukan hanya jarak. Produk yang mudah meleleh atau basi sebaiknya dibatasi ke area dengan waktu tempuh pendek.
  • Produk beku butuh kemasan dingin. Masukkan biaya kemasan itu ke ongkir atau harga produk, jangan ditanggung diam-diam.
  • Tentukan jam antar yang realistis, misalnya hanya pagi dan siang, supaya produk tidak menunggu terlalu lama sebelum dikirim.
  • Siapkan aturan kalau pembeli tidak di tempat, misalnya dititipkan ke satpam atau dikirim ulang dengan ongkir baru, dan tulis aturannya di halaman tokomu.

Di Taraf Usaha, pemilik toko bisa memilih apakah pembeli bisa ambil sendiri saja, antar saja, atau dua-duanya, lalu memilih cara ongkir: dicek dulu, tetap, gratis mulai belanja tertentu, atau tabel per daerah. Dengan tabel per daerah, pembeli memilih daerahnya di halaman toko dan ongkir langsung masuk ke total, dan alamat yang tidak ada di daftar tetap bisa memesan dengan ongkir dikabari dulu. Jam ambil dan jam antar juga bisa diatur terpisah.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Lebih baik ongkir tetap atau per daerah?

Ongkir tetap cocok kalau area antarmu sempit. Kalau kamu mengantar ke banyak area dengan jarak berbeda, ongkir per daerah lebih adil bagi pembeli dekat maupun jauh dan mengurangi pertanyaan di chat.

Berapa batas minimal belanja untuk gratis ongkir?

Hitung dari margin: bagi ongkir terjauh yang kamu tanggung dengan persentase untung kotor. Misalnya ongkir Rp25.000 dan untung kotor 40% berarti batas minimal sekitar Rp62.500, lalu bulatkan ke atas.

Bagaimana kalau alamat pembeli tidak ada di tabel ongkir?

Sediakan pilihan "daerahku tidak ada di daftar" sehingga pesanan tetap masuk, lalu kabari ongkirnya sebelum pembeli membayar.

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Cara Rekap Pesanan PO jadi Daftar Produksi dan Belanja Bahan, Tanpa Salin dari ChatTemplate Chat PO di WhatsApp: Format Order, Konfirmasi, sampai Pengingat AmbilAturan Pembayaran PO: DP atau Lunas di Depan, dan Batas Waktu Bayar