Operasional Toko
Cara Mengatasi Stok Slow Moving dan Barang Mendekati Kedaluwarsa
Stok slow moving adalah barang yang lakunya jauh lebih lambat daripada barang lain, sehingga modal tertahan di rak. Cara mengatasinya: kenali dulu dengan menghitung "hari stok" (stok dibagi rata-rata terjual per hari), jual yang tanggal kedaluwarsanya paling dekat lebih dulu, beri potongan bertahap sebelum barang benar-benar kedaluwarsa, lalu kurangi atau hentikan pembelian ulang untuk barang itu.
Hampir setiap toko punya barang yang "numpang tidur" di rak: sirup rasa yang jarang dicari, camilan merek baru yang tidak laku, atau bahan yang dibeli banyak karena sedang promo. Masalahnya bukan cuma rak yang penuh. Uang yang dipakai membeli barang itu tidak bisa dipakai untuk membeli barang yang laris, dan kalau sampai kedaluwarsa, uangnya hilang sama sekali. Artikel ini untuk pemilik toko kelontong, minimarket kecil, toko kue, dan warung yang ingin membereskan stok lambat dengan hitungan sederhana.
Bagaimana cara mengenali barang slow moving?
Jangan mengandalkan perasaan. Pakai satu angka sederhana: hari stok, yaitu berapa hari stok yang ada sekarang akan habis kalau penjualan berjalan seperti biasa.
- Hitung stok sekarang untuk tiap barang. Kalau belum rutin, mulai dengan stok opname.
- Hitung rata-rata terjual per hari dari catatan penjualan 4 minggu terakhir: total terjual ÷ 28.
- Hari stok = stok sekarang ÷ rata-rata terjual per hari.
- Bandingkan dengan sisa umur barang (berapa hari lagi sampai tanggal kedaluwarsa). Kalau hari stok lebih panjang daripada sisa umur, sebagian barang hampir pasti kedaluwarsa sebelum laku.
| Hari stok (contoh patokan) | Arti | Tindakan |
|---|---|---|
| Di bawah 14 hari | Lancar | Pertahankan, pastikan tidak sampai kosong |
| 14–45 hari | Sedang | Pesan ulang dalam jumlah lebih kecil |
| 45–90 hari | Lambat | Pindahkan ke posisi yang terlihat, tawarkan dalam paket |
| Lebih dari 90 hari atau melewati sisa umur barang | Macet | Potongan bertahap, hentikan pembelian ulang |
Patokan di tabel itu hanya contoh. Barang yang umurnya pendek, seperti roti atau susu segar, perlu patokan jauh lebih ketat daripada barang tahan lama seperti sabun.
Jual yang kedaluwarsanya paling dekat lebih dulu (FEFO)
FEFO (first expired, first out) artinya barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat dikeluarkan atau dijual lebih dulu. Ini sedikit berbeda dengan FIFO (first in, first out) yang hanya melihat urutan barang masuk. Untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa, FEFO lebih aman, karena barang yang baru datang belum tentu kedaluwarsanya lebih lama.
- Saat barang baru datang, taruh di belakang barang lama yang kedaluwarsanya lebih dekat.
- Tulis tanggal kedaluwarsa besar-besar di karton atau rak kalau tulisan di kemasan terlalu kecil.
- Cek tanggal seminggu sekali untuk barang yang umurnya pendek, dan sebulan sekali untuk yang tahan lama.
- Buat satu tempat khusus "segera habiskan" untuk barang yang sisa umurnya tinggal sedikit.
Contoh hitungan: diskon sekarang atau tunggu?
Misalkan sebuah toko punya 30 botol sirup. Harga modalnya Rp18.000 per botol dan harga jualnya Rp25.000. Botol itu laku rata-rata 1 per minggu, dan tanggal kedaluwarsanya 10 minggu lagi. Semua angka ini contoh.
| Pilihan (contoh) | Terjual dalam 10 minggu | Untung dari yang terjual | Kerugian barang kedaluwarsa | Hasil akhir |
|---|---|---|---|---|
| Tidak berbuat apa-apa | 10 botol | 10 × Rp7.000 = Rp70.000 | 20 × Rp18.000 = Rp360.000 | Rugi Rp290.000 |
| Potong harga jadi Rp20.000 (misal laku 3 per minggu) | 30 botol | 30 × Rp2.000 = Rp60.000 | Rp0 | Untung Rp60.000 |
Untung per botol memang turun dari Rp7.000 menjadi Rp2.000, tetapi toko terhindar dari kerugian Rp360.000 karena barang kedaluwarsa. Selisih kedua pilihan itu Rp350.000. Kuncinya: diskon dilakukan jauh sebelum kedaluwarsa, saat pembeli masih punya cukup waktu untuk memakai barangnya. Kalau ingin tahu batas potongan yang masih aman, pakai cara di cara menghitung diskon maksimal.
Cara menghabiskan stok lambat tanpa merusak harga
- Pindahkan posisinya. Barang di rak bawah atau pojok sering tidak terlihat. Taruh di dekat kasir atau di samping barang yang laris.
- Gabungkan dengan barang laris dalam satu paket, misalnya sirup + gelas plastik atau camilan + minuman. Cara menghitung paket yang tetap untung ada di strategi bundling paket hemat.
- Potongan bertahap. Mulai dari potongan kecil, lalu naikkan kalau dalam 1–2 minggu belum bergerak. Beri label yang jujur, misalnya "harga spesial, baik digunakan sebelum 20 Des".
- Tawarkan ke pelanggan tetap atau usaha lain, misalnya warung makan yang memakai bahan yang sama.
- Jangan menjual barang yang sudah lewat tanggal kedaluwarsa. Pisahkan dan catat sebagai kerugian. Menjualnya berisiko bagi pembeli dan merusak kepercayaan pada tokomu.
Kapan sebaiknya berhenti menyetok sebuah barang?
- Hari stoknya terus berada di golongan "macet" selama 2–3 kali belanja berturut-turut.
- Barang itu harus didiskon setiap kali supaya habis, sehingga untungnya hampir nol.
- Pembeli jarang menanyakannya kalau sedang kosong.
- Ada barang lain yang fungsinya sama dan jauh lebih laris.
Kalau masih ragu, jangan langsung berhenti total. Kurangi jumlah pembelian ulang, misalnya dari 1 karton menjadi setengah karton, lalu lihat lagi angka hari stoknya bulan depan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membeli banyak karena harga grosir lebih murah, padahal lakunya lambat. Potongan dari pemasok tidak ada artinya kalau sisa barang akhirnya dibuang.
- Baru diskon saat barang hampir kedaluwarsa. Pembeli enggan membeli barang yang sisa umurnya tinggal beberapa hari.
- Menaruh barang baru di depan barang lama. Barang lama makin tertinggal di belakang sampai kedaluwarsa.
- Tidak mencatat barang yang dibuang. Kerugian ini nyata dan seharusnya ikut diperhitungkan saat menentukan harga, seperti dijelaskan di cara menghitung HPP dan harga jual.
- Menilai dari perasaan, bukan angka. Barang yang "kayaknya laku" sering ternyata hanya laku sebulan sekali.
Kalau kamu memakai Ruang Usaha Taraf, penjualan per produk dan stok tercatat dari kasir, sehingga rata-rata terjual per hari tidak perlu dihitung manual. Stok opname dan daftar stok menipis juga membantu melihat barang mana yang perlu dipesan ulang dan mana yang sebaiknya dikurangi. Hitungan di artikel ini tetap bisa kamu kerjakan dengan buku catatan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu barang slow moving?
Barang slow moving adalah barang yang lakunya jauh lebih lambat dibanding barang lain di toko, sehingga stoknya lama tertahan di rak dan mengikat modal. Untuk barang yang punya tanggal kedaluwarsa, risikonya bertambah karena bisa rusak sebelum laku.
Bagaimana cara menghitung hari stok?
Hari stok = stok sekarang ÷ rata-rata terjual per hari. Contoh: stok 30 botol dan laku 1 botol per minggu (sekitar 0,14 per hari) berarti hari stoknya sekitar 210 hari, jauh lebih lama daripada sisa umur barang 70 hari.
Apa bedanya FIFO dan FEFO?
FIFO (first in, first out) mengeluarkan barang yang masuk lebih dulu. FEFO (first expired, first out) mengeluarkan barang yang tanggal kedaluwarsanya paling dekat. Untuk makanan dan minuman, FEFO lebih aman.
Kapan sebaiknya memberi diskon untuk barang yang mau kedaluwarsa?
Sedini mungkin, begitu hari stoknya terlihat lebih panjang daripada sisa umur barang. Diskon yang diberikan jauh sebelum kedaluwarsa lebih mudah menarik pembeli dan biasanya lebih menguntungkan daripada membuang barang di akhir.
Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.