Beda Margin dan Markup: Rumus, Tabel Konversi, dan Kesalahan yang Bikin Harga Kemurahan — Blog Taraf
Coba Taraf

Pembukuan Usaha

Beda Margin dan Markup: Rumus, Tabel Konversi, dan Kesalahan yang Bikin Harga Kemurahan

Tim Redaksi Taraf · · 3 menit baca

Jawaban singkat

Markup adalah persentase keuntungan dari harga modal; margin adalah persentase keuntungan dari harga jual. Barang bermodal Rp10.000 yang dijual Rp12.000 punya markup 20% tetapi margin hanya 16,7%. Rumus konversinya: margin = markup ÷ (1 + markup) dan markup = margin ÷ (1 − margin).

Banyak pemilik toko berkata "saya ambil untung 30%", tapi tidak jelas 30% dari apa. Perbedaan kecil ini bisa membuat harga terlalu murah, diskon ternyata menjual rugi, atau komisi aplikasi pesan-antar menghabiskan hampir seluruh untung. Artikel ini menjelaskan bedanya dengan contoh angka sederhana.

Rumus markup dan margin

MarkupMargin
Dihitung dariHarga modalHarga jual
Rumus(harga jual − modal) ÷ modal(harga jual − modal) ÷ harga jual
Contoh modal Rp10.000, jual Rp12.0002.000 ÷ 10.000 = 20%2.000 ÷ 12.000 = 16,7%
Mencari harga jualmodal × (1 + markup)modal ÷ (1 − margin)

Untuk angka yang sama, markup selalu lebih besar daripada margin. Makanya kalau target kamu "untung 30% dari harga jual" tetapi yang kamu lakukan adalah menaikkan modal 30%, untung sebenarnya lebih kecil dari target.

Tabel konversi markup ke margin

MarkupMarginContoh: modal Rp10.000 dijual
20%16,7%Rp12.000
25%20%Rp12.500
42,9%30%Rp14.286
50%33,3%Rp15.000
66,7%40%Rp16.667
100%50%Rp20.000
150%60%Rp25.000
200%66,7%Rp30.000

Kesalahan 1: diskon dihitung dari harga jual, untung dihitung dari modal

Barang bermodal Rp10.000 dijual Rp12.000 (markup 20%). Kalau diberi diskon 10%, harganya jadi Rp10.800 dan untungnya tinggal Rp800 — margin 7,4%. Diskon 20% membuat harga Rp9.600, di bawah modal. Banyak pemilik usaha merasa "markup saya 20%, jadi diskon 20% masih impas" — padahal sudah rugi Rp400 per barang.

Aturan praktis: diskon maksimal yang masih impas sama dengan margin, bukan markup. Dengan margin 16,7%, diskon di atas 16,7% sudah menjual rugi — itu pun belum menghitung biaya tetap.

Kesalahan 2: komisi dan potongan dihitung dari harga jual

Komisi aplikasi pesan-antar dan marketplace biasanya dipotong dari harga jual, sehingga yang tergerus adalah margin. Contoh: menu bermodal Rp10.000 dijual Rp25.000 (margin 60%). Dengan komisi 20%, yang diterima Rp20.000, sehingga untung kotornya Rp10.000 — tinggal 40% dari harga yang tertera. Potongan pembayaran non-tunai juga dihitung dari nilai transaksi; untuk QRIS, lihat aturan biaya QRIS UMKM terbaru.

Karena itu banyak usaha memasang harga berbeda untuk pesanan lewat aplikasi. Hitung harganya dengan rumus margin: harga aplikasi = modal ÷ (1 − margin target − persen komisi). Contoh: modal Rp10.000, margin target 40%, komisi 20% → 10.000 ÷ 0,4 = Rp25.000.

Kesalahan 3: membandingkan dua angka yang berbeda dasarnya

Biaya usaha biasanya diukur sebagai persen dari penjualan — misalnya "sewa sebaiknya tidak lebih dari sekian persen omzet" atau target food cost 30–40%. Semua itu berbasis harga jual, jadi harus dibandingkan dengan margin, bukan markup. Kalau margin kotormu 25% sementara sewa, gaji, dan listrik sudah 28% dari omzet, usahamu rugi walaupun markup-nya terdengar besar (33%).

Kapan pakai markup, kapan pakai margin?

  • Markup praktis untuk menentukan harga cepat di toko yang barangnya banyak: "semua snack dijual modal + 25%".
  • Margin lebih tepat untuk mengecek kesehatan usaha, membandingkan dengan biaya, menentukan batas diskon, dan menghitung harga di aplikasi pesan-antar.
  • Apa pun yang kamu pakai, tulis jelas dasarnya — terutama kalau karyawan ikut menentukan harga atau memberi diskon.

Untuk menentukan harga menu dari nol, mulai dari menghitung HPP per porsi, lalu cek apakah penjualanmu cukup menutup biaya tetap dengan rumus BEP. Di Taraf Usaha, setiap produk menyimpan harga jual dan harga modal, jadi untung per penjualan langsung terhitung — termasuk setelah diskon di kasir.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa beda margin dan markup?

Markup adalah keuntungan dibagi harga modal, sedangkan margin adalah keuntungan dibagi harga jual. Untuk barang yang sama, markup selalu lebih besar dari margin.

Markup 30% itu margin berapa?

Margin = 0,30 ÷ 1,30 = 23,1%. Jadi barang bermodal Rp10.000 yang dijual Rp13.000 punya markup 30% dan margin 23,1%.

Bagaimana menghitung harga jual dari margin yang diinginkan?

Harga jual = modal ÷ (1 − margin). Misalnya modal Rp10.000 dengan target margin 40%: 10.000 ÷ 0,6 = Rp16.667.

Berapa diskon maksimal supaya tidak rugi?

Secara kasar, diskon maksimal yang masih impas sama dengan persentase margin (bukan markup). Itu pun belum menghitung biaya tetap seperti sewa dan gaji, jadi batas aman sebenarnya lebih kecil.

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Cara Mencatat Keuangan Warung Makan: Belanja Pasar, HPP per Porsi, dan Laba HarianCara Pembukuan Bengkel Motor: Pisahkan Jasa dan Sparepart supaya Laba KelihatanCara Pembukuan Usaha Laundry Kiloan: Hitung Biaya per Kg, Catat Cucian, dan Laba