Cara Menghitung BEP (Titik Impas) Usaha Kecil: Rumus Unit & Rupiah, Plus Contoh Kedai Kopi — Blog Taraf
Coba Taraf

Pembukuan Usaha

Cara Menghitung BEP (Titik Impas) Usaha Kecil: Rumus Unit & Rupiah, Plus Contoh Kedai Kopi

Tim Redaksi Taraf · · 5 menit baca

Jawaban singkat

BEP (break even point) atau titik impas adalah jumlah penjualan saat usaha tidak untung dan tidak rugi. Rumusnya: BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit) dan BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio kontribusi. Contoh: kedai kopi dengan biaya tetap Rp4.300.000 sebulan, harga Rp20.000 dan modal Rp8.000 per gelas harus menjual 359 gelas sebulan (sekitar 14 gelas per hari) untuk balik modal bulanan.

"Sehari harus laku berapa supaya gak rugi?" adalah pertanyaan paling penting yang sering tidak pernah dihitung pemilik usaha. Padahal jawabannya bisa didapat dengan satu rumus sederhana. Artikel ini menjelaskan cara menghitung BEP langkah demi langkah, termasuk untuk usaha yang menunya banyak — kondisi yang jarang dibahas di contoh-contoh buku pelajaran.

Tiga angka yang kamu butuhkan

IstilahArtinyaContoh
Biaya tetapBiaya yang tetap dibayar walaupun hari itu tidak ada pembeliSewa, gaji tetap, listrik dasar, internet, cicilan alat
Biaya variabel per unitBiaya yang muncul setiap kali satu produk terjualBahan baku, kemasan, potongan pembayaran per transaksi
Harga jual per unitHarga yang dibayar pembeliRp20.000 per gelas

Selisih harga jual dan biaya variabel disebut margin kontribusi — uang dari setiap penjualan yang tersisa untuk "mencicil" biaya tetap. Setelah biaya tetap tertutup, margin kontribusi berikutnya baru menjadi laba. Untuk usaha makanan dan minuman, biaya variabel per unit sama dengan HPP per porsi; caranya ada di panduan menghitung HPP per porsi.

Rumus BEP unit dan BEP rupiah

  • BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit)
  • BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio kontribusi, dengan rasio kontribusi = (harga jual − biaya variabel) ÷ harga jual

BEP unit menjawab "harus laku berapa porsi/barang", BEP rupiah menjawab "omzetnya harus berapa". Keduanya memberi jawaban yang sama, hanya satuannya berbeda.

Contoh hitungan: kedai kopi

Biaya tetap per bulanJumlah
Sewa kiosRp1.500.000
Gaji 1 karyawanRp2.000.000
Listrik & airRp400.000
Internet & aplikasiRp150.000
Lain-lain (kebersihan, iuran)Rp250.000
Total biaya tetapRp4.300.000

Harga jual rata-rata Rp20.000 per gelas, biaya bahan dan cup Rp8.000 per gelas. Margin kontribusinya Rp12.000 per gelas, dan rasio kontribusinya 12.000 ÷ 20.000 = 0,6 (60%).

  • BEP unit = 4.300.000 ÷ 12.000 = 358,3 → dibulatkan ke atas menjadi 359 gelas per bulan.
  • Kalau buka 26 hari sebulan: 359 ÷ 26 = 13,8 → 14 gelas per hari.
  • BEP rupiah = 4.300.000 ÷ 0,6 = Rp7.166.667 per bulan (cek: 359 gelas × Rp20.000 = Rp7.180.000).

Semua angka di artikel ini adalah contoh ilustrasi. Pakai biaya dan harga usahamu sendiri.

BEP selalu dibulatkan ke atas. Menjual 358 gelas berarti masih kurang sedikit untuk menutup biaya tetap.

Kalau menunya banyak: pakai margin kontribusi rata-rata

Kedai yang menjual kopi, teh, dan makanan tidak bisa memakai satu harga. Caranya: hitung margin kontribusi rata-rata tertimbang berdasarkan porsi penjualan tiap menu. Porsi penjualan bisa dilihat dari catatan kasir sebulan terakhir.

Menu (harga − biaya)PorsiKontribusi× porsi
Kopi susu (Rp20.000 − Rp8.000)60%Rp12.000Rp7.200
Es teh (Rp5.000 − Rp1.500)30%Rp3.500Rp1.050
Roti bakar (Rp15.000 − Rp6.000)10%Rp9.000Rp900
Rata-rata tertimbangRp9.150

Dengan cara yang sama, harga rata-rata tertimbangnya: 60% × Rp20.000 + 30% × Rp5.000 + 10% × Rp15.000 = Rp15.000.

BEP = 4.300.000 ÷ 9.150 = 469,9 → 470 item per bulan, atau sekitar 19 item per hari kalau buka 26 hari. Dalam rupiah: rasio kontribusi 9.150 ÷ 15.000 = 0,61, jadi BEP rupiah = 4.300.000 ÷ 0,61 = sekitar Rp7,05 juta per bulan.

Perhatikan efek komposisi menu: kalau pembeli bergeser dari kopi susu ke es teh, jumlah item yang harus terjual naik walaupun harga tidak berubah. Itulah kenapa menu dengan kontribusi kecil sebaiknya menjadi pelengkap, bukan andalan.

Menghitung target penjualan untuk laba tertentu

Rumus yang sama bisa dipakai untuk target laba: (biaya tetap + target laba) ÷ margin kontribusi. Kalau pemilik kedai di contoh pertama ingin laba bersih Rp3.000.000 sebulan: (4.300.000 + 3.000.000) ÷ 12.000 = 608,3 → 609 gelas per bulan, atau sekitar 24 gelas per hari.

Apa yang paling cepat menurunkan BEP?

PerubahanBEP baruSelisih
Kondisi awal359 gelas/bulan—
Sewa naik Rp500.0004.800.000 ÷ 12.000 = 400 gelas+41 gelas
Biaya bahan turun Rp1.000/gelas4.300.000 ÷ 13.000 = 331 gelas−28 gelas
Harga naik Rp2.000/gelas4.300.000 ÷ 14.000 = 308 gelas−51 gelas

Kenaikan harga kecil biasanya paling berpengaruh ke BEP, tapi ada risikonya: jumlah pembeli bisa turun. Sebelum menaikkan harga, bandingkan dengan harga pesaing di sekitarmu dan pertimbangkan menaikkan menu tertentu saja. Menekan biaya tetap — misalnya sewa tempat yang lebih sesuai dengan jumlah pembeli — sering lebih aman untuk jangka panjang.

BEP bulanan bukan sama dengan balik modal awal

Dua hal ini sering tertukar. BEP bulanan adalah penjualan minimal supaya bulan itu tidak rugi. Balik modal awal (payback period) adalah berapa lama laba bersih mengembalikan uang yang dipakai untuk membuka usaha: modal awal ÷ laba bersih per bulan. Contoh: modal awal Rp30.000.000 dengan laba bersih rata-rata Rp2.500.000 per bulan akan kembali dalam 12 bulan. Cara menghitung modal awal ada di panduan menghitung modal awal usaha.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Gaji pemilik tidak dimasukkan ke biaya tetap. Akibatnya BEP terlihat rendah, padahal tenagamu tidak dibayar. Lihat cara menggaji diri sendiri.
  • Biaya variabel yang terlupa: kemasan, sedotan, saus, komisi aplikasi pesan-antar, dan potongan pembayaran non-tunai.
  • Memakai harga menu, bukan harga rata-rata yang benar-benar dibayar. Diskon dan promo menurunkan harga rata-rata.
  • Menghitung sekali lalu lupa. BEP berubah setiap kali sewa, gaji, atau harga bahan berubah.

Di Taraf Usaha, setiap penjualan di kasir otomatis membawa modal barangnya dan biaya dicatat di tempat yang sama, jadi laba bersih harian langsung terlihat di beranda. Kamu bisa membandingkan penjualan harian dengan target BEP-mu tanpa menghitung ulang di buku.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa itu BEP dalam usaha?

BEP (break even point) atau titik impas adalah jumlah penjualan ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi. Penjualan di atas BEP baru menghasilkan laba.

Bagaimana rumus BEP unit?

BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual per unit − biaya variabel per unit). Hasilnya dibulatkan ke atas.

Bagaimana menghitung BEP kalau produknya banyak?

Hitung margin kontribusi rata-rata tertimbang: kalikan kontribusi tiap produk dengan porsi penjualannya, lalu jumlahkan. BEP = biaya tetap ÷ margin kontribusi rata-rata tersebut.

Apakah gaji pemilik termasuk biaya tetap?

Sebaiknya ya. Kalau pemilik ikut bekerja setiap hari, tentukan gaji tetap untuk dirinya dan masukkan ke biaya tetap, supaya BEP menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Cara Mencatat Keuangan Warung Makan: Belanja Pasar, HPP per Porsi, dan Laba HarianCara Pembukuan Bengkel Motor: Pisahkan Jasa dan Sparepart supaya Laba KelihatanCara Pembukuan Usaha Laundry Kiloan: Hitung Biaya per Kg, Catat Cucian, dan Laba