Pembukuan Usaha
Cara Menghitung BEP (Titik Impas) Usaha Kecil: Rumus Unit & Rupiah, Plus Contoh Kedai Kopi
BEP (break even point) atau titik impas adalah jumlah penjualan saat usaha tidak untung dan tidak rugi. Rumusnya: BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit) dan BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio kontribusi. Contoh: kedai kopi dengan biaya tetap Rp4.300.000 sebulan, harga Rp20.000 dan modal Rp8.000 per gelas harus menjual 359 gelas sebulan (sekitar 14 gelas per hari) untuk balik modal bulanan.
"Sehari harus laku berapa supaya gak rugi?" adalah pertanyaan paling penting yang sering tidak pernah dihitung pemilik usaha. Padahal jawabannya bisa didapat dengan satu rumus sederhana. Artikel ini menjelaskan cara menghitung BEP langkah demi langkah, termasuk untuk usaha yang menunya banyak — kondisi yang jarang dibahas di contoh-contoh buku pelajaran.
Tiga angka yang kamu butuhkan
| Istilah | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Biaya tetap | Biaya yang tetap dibayar walaupun hari itu tidak ada pembeli | Sewa, gaji tetap, listrik dasar, internet, cicilan alat |
| Biaya variabel per unit | Biaya yang muncul setiap kali satu produk terjual | Bahan baku, kemasan, potongan pembayaran per transaksi |
| Harga jual per unit | Harga yang dibayar pembeli | Rp20.000 per gelas |
Selisih harga jual dan biaya variabel disebut margin kontribusi — uang dari setiap penjualan yang tersisa untuk "mencicil" biaya tetap. Setelah biaya tetap tertutup, margin kontribusi berikutnya baru menjadi laba. Untuk usaha makanan dan minuman, biaya variabel per unit sama dengan HPP per porsi; caranya ada di panduan menghitung HPP per porsi.
Rumus BEP unit dan BEP rupiah
- BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual − biaya variabel per unit)
- BEP rupiah = biaya tetap ÷ rasio kontribusi, dengan rasio kontribusi = (harga jual − biaya variabel) ÷ harga jual
BEP unit menjawab "harus laku berapa porsi/barang", BEP rupiah menjawab "omzetnya harus berapa". Keduanya memberi jawaban yang sama, hanya satuannya berbeda.
Contoh hitungan: kedai kopi
| Biaya tetap per bulan | Jumlah |
|---|---|
| Sewa kios | Rp1.500.000 |
| Gaji 1 karyawan | Rp2.000.000 |
| Listrik & air | Rp400.000 |
| Internet & aplikasi | Rp150.000 |
| Lain-lain (kebersihan, iuran) | Rp250.000 |
| Total biaya tetap | Rp4.300.000 |
Harga jual rata-rata Rp20.000 per gelas, biaya bahan dan cup Rp8.000 per gelas. Margin kontribusinya Rp12.000 per gelas, dan rasio kontribusinya 12.000 ÷ 20.000 = 0,6 (60%).
- BEP unit = 4.300.000 ÷ 12.000 = 358,3 → dibulatkan ke atas menjadi 359 gelas per bulan.
- Kalau buka 26 hari sebulan: 359 ÷ 26 = 13,8 → 14 gelas per hari.
- BEP rupiah = 4.300.000 ÷ 0,6 = Rp7.166.667 per bulan (cek: 359 gelas × Rp20.000 = Rp7.180.000).
Semua angka di artikel ini adalah contoh ilustrasi. Pakai biaya dan harga usahamu sendiri.
BEP selalu dibulatkan ke atas. Menjual 358 gelas berarti masih kurang sedikit untuk menutup biaya tetap.
Kalau menunya banyak: pakai margin kontribusi rata-rata
Kedai yang menjual kopi, teh, dan makanan tidak bisa memakai satu harga. Caranya: hitung margin kontribusi rata-rata tertimbang berdasarkan porsi penjualan tiap menu. Porsi penjualan bisa dilihat dari catatan kasir sebulan terakhir.
| Menu (harga − biaya) | Porsi | Kontribusi | × porsi |
|---|---|---|---|
| Kopi susu (Rp20.000 − Rp8.000) | 60% | Rp12.000 | Rp7.200 |
| Es teh (Rp5.000 − Rp1.500) | 30% | Rp3.500 | Rp1.050 |
| Roti bakar (Rp15.000 − Rp6.000) | 10% | Rp9.000 | Rp900 |
| Rata-rata tertimbang | Rp9.150 |
Dengan cara yang sama, harga rata-rata tertimbangnya: 60% × Rp20.000 + 30% × Rp5.000 + 10% × Rp15.000 = Rp15.000.
BEP = 4.300.000 ÷ 9.150 = 469,9 → 470 item per bulan, atau sekitar 19 item per hari kalau buka 26 hari. Dalam rupiah: rasio kontribusi 9.150 ÷ 15.000 = 0,61, jadi BEP rupiah = 4.300.000 ÷ 0,61 = sekitar Rp7,05 juta per bulan.
Perhatikan efek komposisi menu: kalau pembeli bergeser dari kopi susu ke es teh, jumlah item yang harus terjual naik walaupun harga tidak berubah. Itulah kenapa menu dengan kontribusi kecil sebaiknya menjadi pelengkap, bukan andalan.
Menghitung target penjualan untuk laba tertentu
Rumus yang sama bisa dipakai untuk target laba: (biaya tetap + target laba) ÷ margin kontribusi. Kalau pemilik kedai di contoh pertama ingin laba bersih Rp3.000.000 sebulan: (4.300.000 + 3.000.000) ÷ 12.000 = 608,3 → 609 gelas per bulan, atau sekitar 24 gelas per hari.
Apa yang paling cepat menurunkan BEP?
| Perubahan | BEP baru | Selisih |
|---|---|---|
| Kondisi awal | 359 gelas/bulan | — |
| Sewa naik Rp500.000 | 4.800.000 ÷ 12.000 = 400 gelas | +41 gelas |
| Biaya bahan turun Rp1.000/gelas | 4.300.000 ÷ 13.000 = 331 gelas | −28 gelas |
| Harga naik Rp2.000/gelas | 4.300.000 ÷ 14.000 = 308 gelas | −51 gelas |
Kenaikan harga kecil biasanya paling berpengaruh ke BEP, tapi ada risikonya: jumlah pembeli bisa turun. Sebelum menaikkan harga, bandingkan dengan harga pesaing di sekitarmu dan pertimbangkan menaikkan menu tertentu saja. Menekan biaya tetap — misalnya sewa tempat yang lebih sesuai dengan jumlah pembeli — sering lebih aman untuk jangka panjang.
BEP bulanan bukan sama dengan balik modal awal
Dua hal ini sering tertukar. BEP bulanan adalah penjualan minimal supaya bulan itu tidak rugi. Balik modal awal (payback period) adalah berapa lama laba bersih mengembalikan uang yang dipakai untuk membuka usaha: modal awal ÷ laba bersih per bulan. Contoh: modal awal Rp30.000.000 dengan laba bersih rata-rata Rp2.500.000 per bulan akan kembali dalam 12 bulan. Cara menghitung modal awal ada di panduan menghitung modal awal usaha.
Kesalahan yang sering terjadi
- Gaji pemilik tidak dimasukkan ke biaya tetap. Akibatnya BEP terlihat rendah, padahal tenagamu tidak dibayar. Lihat cara menggaji diri sendiri.
- Biaya variabel yang terlupa: kemasan, sedotan, saus, komisi aplikasi pesan-antar, dan potongan pembayaran non-tunai.
- Memakai harga menu, bukan harga rata-rata yang benar-benar dibayar. Diskon dan promo menurunkan harga rata-rata.
- Menghitung sekali lalu lupa. BEP berubah setiap kali sewa, gaji, atau harga bahan berubah.
Di Taraf Usaha, setiap penjualan di kasir otomatis membawa modal barangnya dan biaya dicatat di tempat yang sama, jadi laba bersih harian langsung terlihat di beranda. Kamu bisa membandingkan penjualan harian dengan target BEP-mu tanpa menghitung ulang di buku.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apa itu BEP dalam usaha?
BEP (break even point) atau titik impas adalah jumlah penjualan ketika total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi. Penjualan di atas BEP baru menghasilkan laba.
Bagaimana rumus BEP unit?
BEP unit = biaya tetap ÷ (harga jual per unit − biaya variabel per unit). Hasilnya dibulatkan ke atas.
Bagaimana menghitung BEP kalau produknya banyak?
Hitung margin kontribusi rata-rata tertimbang: kalikan kontribusi tiap produk dengan porsi penjualannya, lalu jumlahkan. BEP = biaya tetap ÷ margin kontribusi rata-rata tersebut.
Apakah gaji pemilik termasuk biaya tetap?
Sebaiknya ya. Kalau pemilik ikut bekerja setiap hari, tentukan gaji tetap untuk dirinya dan masukkan ke biaya tetap, supaya BEP menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.