Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak: Hitung dari Biaya Masa Depan — Blog Taraf
Coba Taraf

Tips Praktis

Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak: Hitung dari Biaya Masa Depan

Tim Redaksi Taraf · · 5 menit baca

Jawaban singkat

Hitung dana pendidikan dari biaya di masa depan, bukan biaya hari ini: biaya sekarang × (1 + kenaikan per tahun) ^ jumlah tahun. Pada contoh di artikel ini, kuliah yang hari ini Rp100.000.000 menjadi sekitar Rp317.216.911 dalam 15 tahun (dengan asumsi kenaikan 8% per tahun), sehingga perlu menabung sekitar Rp1.289.000 per bulan kalau tabungannya menghasilkan 4% per tahun. Mulai 5 tahun lebih lambat, angkanya naik menjadi sekitar Rp2.154.300 per bulan.

Kebanyakan orang tua menghitung dana pendidikan dari harga yang tertera sekarang, lalu terkejut saat tahun masuk tiba. Padahal 10-15 tahun adalah waktu yang cukup bagi biaya untuk naik berkali lipat. Artikel ini memberi cara menghitungnya langkah demi langkah dengan satu contoh lengkap. Semua angka adalah ilustrasi; ganti dengan biaya nyata dari sekolah atau kampus yang kamu incar.

Langkah 1: tentukan jenjang dan biaya hari ini

  • Tulis jenjang yang ingin kamu danai, misalnya masuk SD, SMP, SMA, dan kuliah. Tidak harus semuanya; mulai dari yang paling besar atau paling dekat.
  • Cari biaya hari ini dari sumber langsung: laman atau bagian administrasi sekolah dan kampus. Catat uang pangkal, biaya per tahun, dan biaya tambahan seperti seragam dan buku.
  • Pilih satu rentang yang realistis, bukan satu angka mutlak, karena pilihan sekolah anak belum tentu sama dengan rencana sekarang.

Langkah 2: naikkan biayanya ke tahun yang dibutuhkan

Rumusnya: biaya masa depan = biaya hari ini × (1 + kenaikan per tahun) ^ jumlah tahun. Tidak ada satu angka kenaikan yang pasti untuk semua sekolah, jadi cara paling jujur adalah melihat berapa biaya sekolah atau kampus incaranmu naik dalam 3-5 tahun terakhir, lalu memakai angka itu. Pada contoh ini kita pakai 8% per tahun sebagai ilustrasi, bukan angka resmi.

Misalkan anakmu berusia 3 tahun dan biaya hari ini adalah sebagai berikut (angka contoh):

KebutuhanDibutuhkanBiaya hari ini (contoh)Perkiraan saat dibutuhkan (kenaikan 8% per tahun)
Uang pangkal masuk SD3 tahun lagiRp15.000.000Rp18.895.680
Uang pangkal masuk SMP9 tahun lagiRp20.000.000Rp39.980.093
Uang pangkal masuk SMA12 tahun lagiRp25.000.000Rp62.954.253
Biaya kuliah 4 tahun15 tahun lagiRp100.000.000Rp317.216.911

Contoh perhitungan kuliah: Rp100.000.000 × 1,08^15. Karena 1,08^15 ≈ 3,17, hasilnya sekitar Rp317.216.911. Artinya biaya naik lebih dari tiga kali lipat. Kalau kamu hanya menabung untuk Rp100.000.000, dananya akan kurang jauh.

Langkah 3: ubah target menjadi tabungan bulanan

Ambil target kuliah Rp317.216.911 yang dibutuhkan 15 tahun lagi (180 bulan). Tabungan bulanan tergantung pada apakah uangmu menghasilkan sesuatu selama menunggu. Tanpa hasil, rumusnya hanya target ÷ jumlah bulan. Dengan hasil, pakai rumus tabungan berkala: target × r ÷ ((1 + r)^n − 1), dengan r = hasil per tahun ÷ 12 dan n = jumlah bulan.

Skenario (contoh)Tabungan per bulanTotal yang kamu setor
Tanpa hasil sama sekali (dibagi rata)Rp1.762.300Rp317.216.911
Hasil 4% per tahunRp1.289.000Rp232.024.588
Hasil 6% per tahunRp1.090.800Rp196.338.962
Hasil 4% per tahun, mulai 5 tahun lebih lambat (10 tahun)Rp2.154.300Rp258.513.276

Angka hasil 4% dan 6% hanyalah contoh untuk menunjukkan pengaruhnya, bukan janji atau perkiraan hasil produk apa pun. Pelajarannya ada dua. Pertama, hasil yang kecil pun mengurangi setoran bulanan yang harus kamu sediakan; cara kerjanya dibahas di bunga majemuk. Kedua, menunda 5 tahun menaikkan setoran bulanan sekitar 67% pada contoh ini, dari Rp1.289.000 menjadi Rp2.154.300.

Seberapa besar asumsi kenaikan biaya memengaruhi hasil

Asumsi kenaikan biaya per tahun (contoh)Biaya kuliah 15 tahun lagi dari Rp100.000.000 hari ini
5% per tahunRp207.892.818
8% per tahunRp317.216.911
10% per tahunRp417.724.817

Selisihnya besar, karena itu hitung ulang tiap tahun dengan biaya terbaru dan sesuaikan tabunganmu. Menghitung sekali lalu melupakannya adalah kesalahan yang paling sering terjadi.

Di mana dana itu sebaiknya disimpan

Prinsip umumnya: makin dekat tanggal dibutuhkan, makin aman dan mudah dicairkan wadahnya. Untuk kebutuhan 10 tahun lagi, kamu masih punya waktu untuk menanggung naik turunnya nilai; untuk kebutuhan 1-2 tahun lagi, pilih yang nilainya lebih stabil. Perbandingan jenis wadahnya (tabungan, deposito, reksadana) ada di reksadana vs tabungan vs deposito. Taraf tidak merekomendasikan produk atau penyedia tertentu; yang penting kamu paham risiko, biaya, dan kapan uangnya bisa diambil.

Urutan yang aman

  1. Dana darurat dulu. Tanpa itu, satu kejadian tak terduga bisa memaksamu mengambil dana pendidikan. Lihat dana darurat berapa kali gaji.
  2. Jangan mengorbankan dana pensiunmu demi dana pendidikan. Hitung keduanya sekaligus; cara menghitung pensiun ada di kebutuhan dana pensiun sederhana.
  3. Pisahkan dananya dari tabungan harian, misalnya di rekening atau wadah terpisah dengan nama tujuan, supaya tidak terpakai untuk hal lain.
  4. Otomatiskan setoran di hari gajian. Pola yang sama dipakai di cara menabung biaya nikah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai biaya hari ini tanpa menaikkannya ke tahun yang dibutuhkan.
  • Menunggu "nanti kalau gaji naik" padahal tiap tahun menunda menaikkan setoran bulanan yang diperlukan.
  • Menyatukan dana pendidikan dengan dana darurat sehingga tidak jelas mana yang boleh dipakai.
  • Memakai asumsi hasil yang terlalu optimis dan tidak menyisakan ruang kalau hasilnya lebih rendah.
  • Tidak menghitung ulang tiap tahun, sehingga selisih baru terlihat saat sudah terlambat.

Langkah menghitung dengan angkamu

  1. Tulis jenjang yang ingin kamu danai dan berapa tahun lagi masing-masing dibutuhkan.
  2. Cari biaya hari ini langsung dari sekolah atau kampus incaran, lalu catat kenaikannya 3-5 tahun terakhir.
  3. Hitung biaya masa depan dengan rumus di atas, minimal dua skenario kenaikan (misalnya rendah dan tinggi).
  4. Ubah target menjadi tabungan bulanan dengan asumsi hasil yang konservatif, lalu cek apakah muat di anggaran bulananmu.
  5. Kalau belum muat, mulai dengan jumlah yang bisa dan naikkan tiap tahun, daripada menunda sampai ideal.
  6. Hitung ulang setiap tahun dan sesuaikan setoran.

Di Ruang Pribadi Taraf, kamu bisa mencatat pengeluaran lewat suara atau foto struk, sehingga terlihat berapa yang benar-benar bisa disisihkan tiap bulan, dan Skor Kebebasan Finansial menunjukkan apakah dana daruratmu sudah cukup sebelum kamu mulai mengejar tujuan lain. Taraf adalah asisten literasi keuangan; angka tabungan dan pilihan wadahnya tetap keputusanmu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kapan sebaiknya mulai menyiapkan dana pendidikan anak?

Sedini mungkin, karena waktu mengurangi setoran bulanan. Pada contoh di artikel ini, mulai 15 tahun sebelum kuliah butuh sekitar Rp1.289.000 per bulan, sedangkan mulai 10 tahun sebelumnya butuh sekitar Rp2.154.300 per bulan untuk target yang sama.

Berapa kenaikan biaya pendidikan per tahun yang sebaiknya dipakai?

Tidak ada satu angka pasti. Lihat berapa biaya sekolah atau kampus incaranmu naik dalam 3-5 tahun terakhir, lalu pakai beberapa skenario. Artikel ini memakai 8% per tahun hanya sebagai ilustrasi.

Berapa dana pendidikan yang perlu disiapkan untuk kuliah?

Tergantung pilihan kampus dan tahun masuk. Pada contoh di artikel ini, biaya kuliah hari ini Rp100.000.000 menjadi sekitar Rp317.216.911 dalam 15 tahun dengan asumsi kenaikan 8% per tahun. Ganti dengan biaya kampus yang kamu incar.

Apakah dana pendidikan harus dipisah dari dana darurat?

Sebaiknya ya. Dana darurat untuk kejadian tak terduga, sedangkan dana pendidikan punya tanggal dan jumlah target. Kalau digabung, kamu sulit tahu apakah dana pendidikan benar-benar sudah terkumpul.

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Tantangan No Spend: Cara Menjalankan 7 Hari Tanpa Belanja Tak PerluCara Menghitung Biaya Hidup Merantau dan Dana Awal Pindah KotaCara Mengatur Keuangan Bersama Pasangan: Gabung, Pisah, atau Campuran