Coba Taraf

Tips Praktis

Uang Habis Sebelum Gajian? 3 Pos yang Bisa Dipangkas Dulu

Redaksi Taraf · · 5 menit baca

Disusun dengan bantuan AI, lalu dicek ke sumber resmi. Bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk situasi pribadimu. Cara kami menulis

Jawaban singkat

Kalau uang tinggal sedikit sebelum gajian, lakukan empat hal berurutan: hitung jatah harian dari sisa uang dibagi sisa hari, bayar kebutuhan wajib dulu, pangkas tiga pos yang paling lentur (makan di luar, belanja impulsif, langganan dan nongkrong), lalu jangan menutup kekurangan dengan paylater karena bebannya pindah ke bulan depan.

Banyak orang gajinya cukup, tapi tetap kehabisan di tanggal tua. Biasanya bukan satu pengeluaran besar penyebabnya, melainkan beberapa pengeluaran kecil yang tidak terlihat. Artikel ini untuk kamu yang sedang ada di posisi itu sekarang: sisa uang sedikit, gajian masih beberapa hari lagi. Pembahasan pencegahan bulan depan ada di bagian akhir.

Langkah 1: tahu dulu berapa jatah harianmu

Rasa panik biasanya datang dari tidak tahu angkanya. Hitung dulu: jatah harian = (saldo semua dompet − tagihan wajib yang belum dibayar) ÷ jumlah hari sampai gajian.

Misalkan (angka ilustrasi) hari ini tanggal 20 dan gajian tanggal 28, jadi ada 8 hari yang harus dilewati (tanggal 20 sampai 27).

KomponenContoh angkaKeterangan
Saldo semua dompet (tunai, rekening, e-wallet)Rp640.000Jumlahkan semuanya, bukan satu rekening
Tagihan wajib yang belum dibayar− Rp240.000Contoh: listrik Rp150.000 dan satu cicilan Rp90.000
Sisa yang benar-benar bebas dipakaiRp400.000640.000 − 240.000
Jatah harian untuk 8 hariRp50.000400.000 ÷ 8

Angka Rp50.000 per hari ini sekarang menjadi batasmu. Kalau kemarin kamu rata-rata menghabiskan Rp80.000 per hari, kamu langsung tahu selisihnya (Rp30.000) yang harus dipangkas, bukan sekadar merasa "harus hemat".

Langkah 2: bayar yang wajib dulu, dengan urutan

  1. Makan dan tempat tinggal. Uang makan sampai gajian dan sewa atau kos yang jatuh tempo dalam waktu dekat.
  2. Transportasi untuk berangkat kerja atau kuliah. Tanpa ini, penghasilanmu sendiri terganggu.
  3. Tagihan yang jatuh tempo lebih dulu dan berisiko denda atau layanan terputus, misalnya listrik dan cicilan.
  4. Sisanya: hiburan, belanja, nongkrong, langganan, dan hal lain yang bisa menunggu sampai gajian.

Kalau ada tagihan yang jatuh tempo sebelum gajian dan uangnya memang tidak cukup, hubungi penagihnya sebelum tanggal jatuh tempo dan tanyakan kemungkinan memundurkan tanggal bayar. Menghubungi lebih dulu hampir selalu lebih baik daripada menunggu sampai terlambat.

Langkah 3: pangkas tiga pos yang paling lentur

Tidak semua pos bisa dipangkas dengan nyaman. Tiga ini biasanya paling lentur karena sifatnya pilihan, bukan kebutuhan pokok. Nilai di tabel hanya ilustrasi; ganti dengan angkamu.

PosCara memangkasContoh hitung (ilustrasi)
Makan di luar dan pesan antarBawa bekal atau masak sendiri untuk sebagian hari. Tidak perlu semuanya.Biasanya Rp35.000 per kali, jadi Rp15.000 untuk 4 dari 8 hari: hemat (35.000 − 15.000) × 4 = Rp80.000
Belanja online dan beli impulsifKeluarkan semuanya dari keranjang dan tunda 7 hari. Yang masih kamu butuhkan minggu depan, beli setelah gajian.Tiga barang di keranjang Rp60.000 + Rp45.000 + Rp25.000 = Rp130.000 tertahan
Langganan dan nongkrongJeda sampai gajian untuk langganan yang jarang dibuka. Ganti nongkrong dengan acara yang tidak berbayar.Dua kali nongkrong Rp50.000 diganti jalan santai: hemat Rp100.000

Pada contoh di atas, total yang bisa dipertahankan di kantong sekitar Rp80.000 + Rp130.000 + Rp100.000 = Rp310.000. Jauh lebih besar dari yang terasa kalau pengeluaran tidak dihitung satu per satu. Cara memeriksa langganan yang terlupakan dibahas di cara cek dan memangkas langganan bulanan.

Kenapa jangan menutup lubang dengan paylater

Paylater terasa seperti "tambahan uang", padahal ia memindahkan pengeluaran hari ini ke gajian berikutnya. Bulan depan penghasilanmu sudah berkurang sebelum kamu mulai.

Misalkan (angka ilustrasi) kamu menutup kekurangan Rp300.000 dengan paylater yang dicicil dua bulan, dengan biaya layanan sekitar Rp10.000 per bulan. Total yang dibayar: 300.000 + (10.000 × 2) = Rp320.000. Dua gajian berikutnya masing-masing berkurang Rp160.000 sebelum kamu sempat mengatur apa pun. Kalau tanggal tua terulang bulan depan, kamu akan menutup lubang yang lebih besar. Perbedaan paylater dan kartu kredit dibahas di kartu kredit vs paylater.

Alternatif yang biasanya lebih ringan untuk menjembatani beberapa hari:

  • Jual atau tukar barang yang tidak terpakai (pakaian, elektronik lama) lewat grup jual-beli di lingkunganmu.
  • Minta kelonggaran tanggal bayar ke penagih sebelum jatuh tempo, seperti di Langkah 2.
  • Meminjam ke keluarga atau teman dekat dengan kesepakatan yang jelas (jumlah dan tanggal kembali, dicatat). Cara mencatatnya ada di utang piutang teman.

Supaya tidak terulang bulan depan

  • Lihat tiga bulan terakhir. Kalau tanggal tua terjadi berulang, kemungkinan polanya ada di pos yang sama. Mencatat pengeluaran membantu menemukannya: cara mencatat pengeluaran harian.
  • Sisihkan di awal, bukan di akhir. Begitu gajian, pisahkan dulu uang untuk tagihan wajib dan tabungan, baru sisanya dipakai. Salah satu kerangkanya ada di aturan 50/30/20.
  • Waspadai kenaikan gaya hidup. Gaji naik tapi uang tetap habis sering karena pengeluaran ikut naik: lifestyle inflation.
  • Bangun dana darurat bertahap, supaya kekurangan mendadak tidak berakhir di utang: dana darurat berapa kali gaji.

Kesalahan yang sering terjadi saat uang tipis

  • Menghitung hanya satu rekening, padahal ada uang di e-wallet atau tunai yang terlupa.
  • Memotong semua pos sekaligus sampai tidak tahan, lalu kalap di hari berikutnya. Pangkas tiga pos, bukan semuanya.
  • Membayar yang kecil dan mudah dulu, padahal tagihan dengan denda atau risiko putus layanan yang seharusnya didahulukan.
  • Menunggu sampai jatuh tempo baru menghubungi penagih.
  • Tidak mencatat apa pun, sehingga bulan depan tidak ada bahan untuk belajar.

Kalau kamu memakai Taraf, pengeluaran bisa dicatat lewat suara atau foto struk dan dikelompokkan per kategori, jadi pos yang paling banyak menyedot uang terlihat jelas. Semua berasal dari yang kamu catat sendiri; Taraf tidak tersambung ke rekening banknya dan tidak menyarankan produk keuangan apa pun.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Uang tinggal sedikit sebelum gajian, apa yang harus dilakukan dulu?

Hitung jatah harian: sisa uang di semua dompet dikurangi tagihan wajib yang belum dibayar, lalu dibagi jumlah hari sampai gajian. Setelah itu bayar kebutuhan wajib lebih dulu dan pangkas pos yang paling lentur seperti makan di luar, belanja impulsif, dan langganan.

Bolehkah memakai paylater untuk menyambung sampai gajian?

Bisa dilakukan, tetapi pengeluaranmu hanya berpindah ke gajian berikutnya dan sering ditambah biaya layanan. Coba dulu alternatif yang lebih ringan seperti menjual barang tidak terpakai, meminta kelonggaran tanggal bayar, atau meminjam ke keluarga dengan kesepakatan jelas. Kondisi tiap orang berbeda, jadi pertimbangkan dengan angkamu sendiri.

Berapa jatah harian yang wajar?

Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang. Jatah harian bergantung pada sisa uangmu dan jumlah hari sampai gajian. Rumus di artikel ini menghasilkan angka dari kondisimu sendiri, dan itu lebih berguna daripada angka orang lain.

Bagaimana kalau tagihan jatuh tempo sebelum gajian dan uangnya tidak cukup?

Hubungi penagih sebelum tanggal jatuh tempo, jelaskan situasimu, dan tanyakan kemungkinan memundurkan tanggal bayar atau mencicil sebagian. Catat kesepakatannya. Menghubungi lebih awal biasanya memberi lebih banyak pilihan daripada menunggu sampai terlambat.

Cara kami menulis & memeriksa fakta ada di Kebijakan Redaksi. Artikel ini untuk edukasi, bukan nasihat keuangan, pajak, atau hukum untuk kondisi pribadimu — dan Taraf tidak menjual atau merekomendasikan produk keuangan apa pun.

Baca juga

Cara Belanja Bulanan Hemat Tanpa Ribet: 5 Langkah PraktisCara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Saat BelanjaTantangan No Spend: Cara Menjalankan 7 Hari Tanpa Belanja Tak Perlu